Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

7 Hal Yang Bisa Anda Pelajari Tentang Diri Sendiri Ketika Single


Babegaol. Status single atau jomblo seringkali dianggap kesengsaraan bagi banyak orang, bisa jadi anda adalah salah satunya. mungkin anda tidak menyadari ketika anda menyandang status single atau jomblo,anda dapat belajar tentang banyak hal.
Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang dapat Anda pelajari tentang diri sendiri ketika menjadi seorang single.

1. Menikmati indahnya sendirian
Seringkali orang berpikir bahwa sendirian selalu menjadi satu momen paling menakutkan dalam hidup mereka. Menjadi single dalam waktu tertentu seharusnya dapat memberikan Anda ruang untuk mencari tahu siapa dan apa yang diri Anda inginkan. Setelah Anda berhasil mendapatkan jawaban, sendiri tidak sama artinya dengan kesepian.

2. Belajar nilai persahabatan
Semua orang pasti memiliki teman, namun ketika single, Anda memiliki banyak waktu untuk mengembangkan persahabatan lebih mendalam.
Persahabatan yang mendalam memungkinkan Anda membentuk ikatan emosional tanpa banyak komitmen.

3. Fokus pada diri sendiri
Fokus pada siapa dan ingin menjadi apa diri Anda adalah satu hal yang sangat penting. Ketika single, Anda memiliki kesempatan untuk membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri dan mengembangkan pribadi menjadi lebih baik.
Yang terpenting adalah Anda tidak perlu merasa bersalah ketika harus menempatkan diri Anda terlebih dahulu.

4. Belajar lebih banyak tentang hidup, daripada hanya sekedar kencan
Saat berpasangan, Anda menemukan bahwa pasangan dapat memberikan makna pada hidup Anda. Faktanya, Anda harus belajar merasa bahagia untuk menemukan hal-hal yang memberikan makna pada hidup Anda.

5. Memahami apa yang dicari dalam diri pasangan
singel memberi ruang pada Anda untuk mencari tahu dengan orang seperti apa Anda ingin menjalin hubungan.

6. Menemukan cara untuk memecahkan masalah sendiri
Merasa tersudut, tidak tahu apa yang harus dilakukan, kecuali berusaha mencari jalan keluar untuk diri sendiri adalah momen terbaik. Setelah semua hal buruk terlewati, Anda akan menjadi percaya diri.

7. Memahami masalah yang benar-benar penting
Daripada meributkan status single, Anda akan lebih fokus kepada apa yang terjadi dalam hidup Anda, seperti karir, cita-cita, dan kebahagiaan pribadi. Tidak ada yang lebih berharga daripada memiliki kesadaran diri.

Rabu, 29 Juni 2016

Anda Ingin Kaya? Hindari Kebiasaan Ini


         Apa anda tertarik untuk menjadi orang kaya? Jika iya, sebagai dasar untuk persiapan menjadi orang kaya, ada beberapa hal yang harus anda hindari. Dilansir dari berbagai sumber 8 kebiasaan berpotensi yang menggagalkan mimpi Anda menjadi orang kaya.

1. Mengeluh, Bukan Berkomitmen








         Anda sebaiknya berhati-hati dan jangan menggantungkan mimpi terlalu tinggi untuk menjadi orang kaya bila memiliki sifat satu ini. Kebiasaan mengeluh menelurkan ‘kecerdasan’ untuk membuat alasan atau excuse dalam menghindari sesuatu. Tidak bisa menabung karena gaji tidak cukup, tidak mau berinvestasi karena biaya pendidikan anak lebih penting, asuransi terlalu mahal padahal kebutuhan sehari-hari pun terkadang belum terpenuhi. Berbagai macam alasan keluar ketika sebenarnya dalam diri Anda sendiri belum siap sepenuhnya untuk berjuang dan menerima resiko menjadi orang kaya. Ingat, menjadi orang kaya juga butuh perjuangan, bukan hanya duduk diam dan menunggu keberuntungan.

2. Prinsip Jangka Pendek: Hidup Saya Untuk Hari Ini
          

          Prinsip buruk satu ini sebenarnya integral dari kebiasaan mengeluh. Anda telah merasa bahwa pendapatan Anda tidak cukup untuk menabung, mengikuti program asuransi, apalagi memutuskan untuk berinvestasi. Anda selalu memiliki prinsip bahwa “hari esok, urusan esok”. Hati-hati, Anda hidup tidak hanya untuk hari ini, rencanakan dengan sebaik mungkin. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi hari esok dan persiapkan diri Anda bila menghadapi unexpected event yang mungkin akan menuntut pengeluaran yang jauh lebih besar dari pada pengeluaran kebutuhan harian Anda.

3. Tidak Memiliki Rencana Jangka Panjang



      Hampir sama dengan prinsip hidup jangka pendek yang dijabarkan pada poin 2. Tidak memiliki rencana jangka panjang bisa menghambat Anda untuk menjadi orang kaya. Masalahnya terletak pada ketidaksiapan ketika menghadapi kejadian yang tidak terduga. Kebiasaan ini juga membuat Anda untuk bersikap boros dengan menghamburkan uang untuk kepentingan yang sejatinya bukan sebuah kebutuhan.
       Kebiasaan ini mungkin akan berpengaruh ‘sedikit’ bila Anda masih berstatus lajang. Akan tetapi bila Anda sudah berkeluarga, kebiasaan ini sebaiknya dibuang. Tanggungan Anda tidak hanya hidup Anda sendiri. Anda juga harus memikirkan kebutuhan dan masa depan anak-anak Anda. Bagaimana Anda hidup nanti ketika telah tua dan tidak bekerja lagi bila dari sekarang Anda tidak memiliki rencana jangka panjang? Menggantungkan kebutuhan harian kepada anak ketika Anda telah berusia lanjut bukan sebuah alternatif karena nantinya anak juga akan berkeluarga dan harus merencanakan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya sendiri.

4. Menghabiskan Uang Layaknya Orang Kaya






        
      Kebiasaan satu ini banyak diidap oleh kaum perempuan terutama bila sedang berkumpul bersama rekan-rekan di sebuah mall dan tidak mau terkesan paling sederhana. Sikap persaingan yang muncul diam-diam ini berbuntut pada kebiasaan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya bukan kebutuhan, hanya sekedar keinginan yang sebenarnya beralasan dangkal.
         Prinsip bila Anda ingin menjadi orang kaya adalah ‘selalu merasa tidak cukup’. Prinsip ini bermaksud untuk terus memotivasi orang untuk bekerja dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah serta berusaha menjaganya dengan memiliki kebiasaan tidak membuang-buang uang untuk kepentingan yang sebenarnya bisa dicoret dari daftar prioritas kebutuhan. Jangan termakan oleh rasa gengsi. Ingat, gengsi tidak bisa mendorong Anda menjadi orang kaya, justru akan menjatuhkan Anda dalam lubang serba kekurangan.
5. Tidak Memiliki Dana Darurat



        Ada sebuah kutipan, "Dalam rekening harus terdapat nominal sebesar enam kali gaji bulanan seseorang". Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki dana darurat?
     Dana darurat memang menjadi alternatif yang lebih baik daripada kartu kredit ketika terjadi kejadian tidak terduga, seperti perbaikan rumah dan mobil atau adanya tagihan rumah sakit. Daripada Anda buang untuk keinginan tidak penting (apalagi didasari dengan alasan dangkal), lebih baik Anda simpan untuk kejadian tidak terduga. Orang kaya terlihat selalu mempunyai dana untuk berbagai kejadian yang tidak terduga karena mereka telah mempersiapkannya bila suatu hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

6. Terlambat Memulai
         Semakin lama Anda memulai untuk menabung dan menyimpan sebagian pendapatan Anda, semakin lama (dan sulit juga) Anda menjadi orang kaya. Kebiasaan untuk menabung dan investasi terasa berat di awal pada waktu-waktu tertentu yang dijadwalkan bagi Anda untuk menyisihkan sebagian harta. Tanpa disadari, bila Anda terlambat memulai untuk menabung atau berinvestasi, Anda akan merasa serba kekurangan untuk memenuhi kebutuhan esok hari. Apalagi hidup di lingkungan yang sedang berkembang, kondisi ekonomi bisa dikatakan tidak cukup aman bila Anda hidup tanpa memiliki dana simpanan karena terlambat memulai.

7. Tidak Disiplin Berinvestasi


          Anda memutuskan untuk menyisihkan sebagian pendapatan Anda dan mencoba berinvestasi dengan cara menabung. Sayangnya, Anda masih memiliki kebiasaan jelek lain yaitu tidak disiplin. Sehingga dana simpanan Anda dalam tabungan tidak kunjung bertambah dan justru terkadang menyusut karena keperluan-keperluan yang tidak terduga. Buang jauh-jauh sikap tidak disiplin itu. Masa depan Anda tidak memberikan toleransi pada ketidakmampuan Anda ketika menghadapi situasi yang mendesak untuk mengeluarkan dana.

8. Tidak Bisa Berinvestasi


         Dalam ilmu manajemen keuangan, cara atau alternatif untuk meminalisir risiko ketika berinvestasi di sebuah perusahaan adalah dengan memiliki portofolio. Portofolio merupakan kombinasi kepemilikan investasi yang tidak hanya pada satu sektor saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerugian yang sangat mungkin terjadi pada pasar saham yang dipengaruhi oleh kejadian dalam kehidupan masyarakat.
               Hal ini juga bisa berlaku bagi Anda yang memiliki mimpi menjadi orang kaya. Investasikan dana yang telah Anda sisihkan tidak hanya pada satu sektor seperti menabung pada satu bank. Anda bisa mengumpulkan dana dan menginvestasikannya dalam bentuk kepemilikan tanah atau diwujudkan dalam bentuk perhiasan logam mulia emas yang dikenal sangat jarang mengalami penurunan nilai.




Pentingnya peran orang tua membebaskan anak dari kegiatan bullying.

Pentingnya peran orang tua membebaskan anak dari kegiatan bullying. 

Setiap orang tua mungkin menginginkan anaknya berprestasi di sekolah,akan tetapi untuk memastikan anak bebas dari bullying juga sama pentingnya dari memiliki prestasi cemerlang. Jiwa muda yang masih bergelolak memang membuat anak pada usia sekolah rentan terlibat kegiatan bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. dalam hal ini peran orangtua sangat penting untuk mengurangi risiko ini. 

Dilansir dari Liputan6.com, Ada 5 cara membebaskan anak dari kegiatan bullying.

1. Cobalah Mengerti perasaan mereka
     
            Dalam pergaulan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah ada kalanya anak anda mendapati masalah dalam hal berteman, seperti kesal dan sedih saat tak diundang ke pesta ulang tahun temannya, dalam hal ini cobalah berbicara soal perasaannya dan coba lah berempati atas hal itu. Ketika Anda menunjukkan bahwa Anda mengerti perasaannya, maka ia akan lebih percaya diri. lambat laun Anda bisa mengubah cara pandangnya. 

2. Jangan katakan kepadanya hal yang seharusnya ia lakukan

               Mungkin anda sangat ingin mengucapkan solusi untuk permasalahan anak anda. karena Anda jauh lebih berpengalaman dibandingkan anak Anda. akan tetapi hal itu justru bisa melemahkan anak. Bullying telah membuat anak Anda terkesan lemah, jangan anda tambah mengajarinya. Namun, ajaklah ia berbicara, dengarkan tanpa memberi penilaian. Dengan berbicara, Anda akan memancing anak untuk mengetahui solusi dari permasalahan yang dia hadapi.

3. Pastikan ia tidak menjadi pelaku bullying

                  Percayalah tidak ada anak yang ingin menjadi pelaku bullying. Mereka hanya ingin lebih unggul dari pada teman lainnya. Maka, selalu ajarkan nilai-nilai kebaikan, peduli, iba, dan membela orang lain kepada anak anda.

4. Bantu ia membangun pemikiran internal 

                  Pemikiran internal adalah bagaimana menyikapi naluri. Setiap orang memiliki naluri yang mengatakan apa yang benar atau salah untuknya. Jika anak Anda tidak nyaman dengan sesuatu hal, maka katakan kepadanya tidak apa-apa. Jika ia tidak nyaman dengan sebuah lingkungan, maka ia bisa meninggalkannya kapan saja.

5. Sadarkan pentingnya teman di luar sekolah 

            Menurut Cary Cooper, profesor psikologi dan kesehatan dari University of Manchester, penting bagi anak-anak untuk memiliki teman di luar sekolah. Entah itu saudara kandungnya sendiri, sepupu, atau teman dari sekolah lain. Hal ini dapat membuka wawasan anak Anda lebih terbuka sehingga dapat meminimalkan masalah di lingkar

Comments system

Disqus Shortname